RENCANA

 KERJA

 

kembaliProgram dan Rencana Kerja Tahunan

 

 
 

I.   Tahap Penyiapan Infrastruktur Manajamen dan Organisasi (2004-2005)

 

1.1. Restrukturisasi Usaha

 

a.  Tetap mempertahankan core business benih, melalui :

  • Foundation Seed Program

  • Extention Seed Program

b.  Menetapkan produk-produk pengembangan usaha secara selektif yang mempunyai manfaat dan harga yang kompetitif, berdasarkan:

  • Kualitas dan konsistensi produk

  • Kerjasama produksi dan pemasaran

  • Asset dan Net Working yang dimiliki perusahaan

  • Penambahan outlet penjualan produk

c.  Penerapan teknologi yang mengacu pada pendekatan pasar agar produk lebih kompetitif

d.  Pemanfaatan hak kepemilikan varietas dan hak dagang

e.  Dukungan kegiatan teknologi menjadi profit centre

 

1.2. Restrukturisasi Keuangan

 

a. Likuiditas keuangan lancar :

  • Percepatan penerimaan piutang

  • Percepatan perputaran  persediaan

  • Peningkatan pengelolaan keuangan melalui kerjasama dengan perbankan.

  • Penyusunan skala prioritas investasi sesuai kemampuan perusahaan

  • Pengelolaan Keuangan dengan Cash Manajement System (CMS)

 b.  Meningkatkan solvabilitas perusahaan

  • Penggunaan dana jangka pendek dengan beban yang lunak.

  • Menggunakan dana jangka panjang dengan bunga yang dapat memelihara pertumbuhan usaha dan rentabilitas

  • Mengundang investor dengan pola kerjasama

c.  Meningkatkan rentabilitas perusahaan

  • Cost reduction di semua lini.

  • Menyusun skala prioritas penggunaan modal kerja pada bidang usaha yang paling menguntungkan dan mengendalikan penggunaan biaya sesuai dengan azas manfaat dan kemampuan perusahaan.

d. Menerapkan sistem akuntansi yang disesuaikan dengan perkembangan usaha :

  • Memutakhirkan sistem akuntansi.

  • Penyusunan laporan keuangan dan laporan manajemen serta laporan-laporan lain yang diperlukan secara tepat waktu.

 1.3Restrukturisasi Aset

 

a. Mengoptimalkan azas manfaat aset lahan Sukamandi dan UBD serta Net Working yang ada :

  • Kerjasama dengan investor membangun usaha di lahan Sukamandi melalui KSO dan anak perusahaan.

  • Memanfaatkan dan memberdayakan aset melalui KSO dan bagi hasil.

  • Relokasi aset yang idle.

  • Perbaikan dan penggantian aset.

  • Melepas aset yang tidak produktif dan tidak prospektif.

  • Meningkatkan efisiensi dan efektifitas sarana produksi untuk menghasilkan produk dengan mutu konsisten dan harga kompetitif.

b. Menjadikan UBD sebagai pusat kegiatan agribisnis :

  • Memanfaatkan aset secara optimal.

  • Menjadikan UBD sebagai sarana pusat pelayanan pertanian terpadu dan pusat informasi pertanian.

1.4. Restrukturisasi organisasi dan SDM

 

a. Struktur organisasi SDM yang mendukung kelancaran operasional struktur usaha yang ada berdasarkan bisnis mapping.

  • Penataan kembali struktur organisasi dan tata kerja seluruh unit kerja berdasarkan kemampuan masing-masing.

  • Penyempurnaan struktur organisasi mengarah kepada kaya fungsi sesuai perkembangan usaha.

  • Penekanan kembali Prosedur Operasi Standar.

b. Kualitas SDM yang memadai :

  • Penyempurmaan sistem produktivitas kerja pegawai kearah profesionalisme dan peningkatan budaya kerja.

  • Penerapan career planning.

  • Peningkatkan kesejahteraan pegawai melalui merit system

  • Membangun tenaga fungsional

  • Penataan Pendidikan dan Pelatihan

  • Penerapan reward and punishment

c. Menyesuaikan jumlah SDM dengan kebutuhan :

  • Analisis kebutuhan pegawai berdasarkan beban kerja

  • Reposisi SDM secara proporsional dan rasional

d. Meningkatkan efektifitas pengawasan :

  • Penyempurmaan sistem evaluasi setiap kegiatan yang mencakup produktifitas, efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber daya perusahaan.

 

 

 

 
 

II.  Tahap Proses Transformasi (2005-2007)

 

2.1. Bidang Produksi

 

Benih Padi dan Palawija :

  • Menerapkan panduan teknis penangkaran benih PT SHS.

  • Menerapkan Pola Penangkaran Baru Mandiri (PPBM) yang merupakan sistem kerjasama produksi yang optimal antara PT SHS dan petani untuk menghasilkan produksi dan mutu yang tinggi.

  • Mengadakan kontes UBD (Unit Bisnis Daerah) terbaik di lingkungan PT SHS dengan tujuan untuk menumbuhkembangkan kembali semangat UBD disertai produktivitas dan pemasaran yang memberikan kontribusi optimal bagi perusahaan.

  • Merencanakan dan penerapan ISO 9001 pada seluruh Kantor Wilayah, yang dimulai dari RM I.

  • Merencanakan dan penerapan SNI.

  • Menerapkan Total Quality Management di lingkungan PT. SHS

  • Meremajakan dan memberdayakan peralatan teknis baik di kebun, pengolahan dan laboratorium.

  • Peningkatan efisiensi pada proses pengolahan.

  • Investasi pengadaan alat-alat dan mesin pengolahan untuk menunjang peningkatan kapasitas produksi.

Benih Hortikultura :

  • Menyusun Standar Operasional kegiatan usaha benih hortikultura.

  • Menerapkan standar baku dalam seluruh proses  produksi, pengolahan, pengemasan, penyimpanan dan pendistribusian benih hortikultura di UBD Pujon, UBD Sukamandi dan UBD Tj Morawa.

  • Menerapkan pengawasan mutu benih internal yang melibatkan petugas pengolahan, pengemasan dan penyimpanan benih hortikultura.

  • Meningkatkan hubungan dengan penangkar yang ada dan menambah jumlah penangkar di UBD Pujon, UBD Sukamandi dan UBD Tj Morawa.

  • Meningkatkan penampilan kemasan produk dengan jenis kemasan kaleng.

  • Mendesain ulang gudang pengolahan di UBD Pujon, Sukamandi dan Tanjung Morawa menjadi tempat pengolahan, pengemasan, penyimpanan, laboratorium standar dan ruang kantor secara terpadu menuju profesionalisme dan menuju akreditasi pengawasan mutu benih mandiri.

  • Pemupukan organik (pupuk kandang) dengan dosis 3 ton/ha terhadap kebun hortikultura di Sukamandi yang secara bertahap meningkat dua kali lipat setiap musim tanam sampai tekstur dan struktur tanah mendukung pertumbuhan tanaman hortikultura.

  • Mengendalikan harga pokok produksi yang efisien melalui penerapan Keunggulan Biaya Menyeluruh (KBM) untuk produksi benih open pollianted hingga menunjang harga jual benih yang kompetitif dan untuk produksi benih hibrida dengan penampilan berbeda untuk mendapatkan harga jual benih premium.

  • Impor benih dilakukan secara selektif hanya benih yang masuk dalam Lini Utama dan tidak dapat diproduksi di dalam negeri.

Usaha Kemitraan :

  • Penyusunan standar operasional pengadaan saprotan dan hasil pertanian.

  • Memperluas jaringan pemasok untuk di jadikan mitra.

  • Menata jaringan pemasaran produk kemitraan.

  • Sosialisasi pemahaman atas produk kepada seluruh petugas.

  • Menyiapkan investasi RMU beserta lahan untuk menghasilkan mutu produk yang memadai.

  • Meningkatkan mutu kemasan untuk Phitaloka.

  • Menyiapkan produk yang mempunyai daya saing jual dengan harga yang kompetitif.

  • Mendesain produk untuk jagung dan kacang-kacangan secara bertahap.

2.2. Bidang Pemasaran

 

Benih Padi dan Palawija :

  • Aplikasi pemetaan pasar dalam meningkatkan pemasaran produk perusahaan.

  • Meningkatkan efisiensi dalam bidang distribusi dengan cara menekan ongkos angkut

  • Mengadakan TEMU BISNIS antara PT SHS dengan para penyalur guna membina hubungan yang lebih baik

  • Menyediakan tenaga teknis di lapangan (tenaga agronomis) untuk membantu MDO/KPD dalam pemasaran produk ke petani

  • Menggiatkan demplot dan bentuk promosi lainnya untuk menunjang pemasaran, terutama untuk komoditi baru yang akan dilepas di pasar

  • Melaksanakan pemetaan dan survey pasar untuk mengetahui posisi produk di pasar sehingga dapat memformulasikan strategi yang hendak dilakukan untuk penetrasi pasar

  • Memusatkan pemasaran terhadap varietas unggul dan diminati oleh pasar

  • Mencari daerah pemasaran baru.

  • Mengadakan perjanjian kerjasama baru dengan calon mitra strategis untuk pengembangan pemasaran PT SHS

  • Informasi/komunikasi benih antar lapang.

  • Mengadakan kerjasama strategis dengan mitra produsen benih kedele untuk menjamin ketersediaan produk benih kedele

Benih Hortikultura :

  • Melanjutkan pembinaan terhadap penyalur yang ada dan menambah penyalur baru baik pada daerah sentra maupun daerah pengembangan yang belum ada penyalur dengan memanfaatkan kelompok tani atau pendeder benih.

  • Melakukan kegiatan promosi langsung melalui penyajian informasi produk dan kunjungan ke kelompok tani.

  • Melaksanakan demontrasi plot sekaligus pelaksanaan uji multilokasi terhadap varietas unggulan baru

  • Melaksanakan Hari Temu Lapang secara terencana.

  • Ujicoba pemasaran benih hortikultura melalui Mail Order Marketing berkerjasama dengan MS Coorporation dan PT Pos Indonesia.

  • Mengusulkan dan operasional Unit Bisnis Strategi (UBS) Hortikultura.

  • Ujicoba pemasaran internasional benih SHS Selection melalui kerjasama dengan Technisem Asia.

  • Membentuk Sub Unit Pengawasan Mutu Benih Internal komoditi hortikultura (termasuk sarana, prasarana dan SDM).

  • Meningkatkan promosi melalui media elektronik.

Usaha Kemitraan :

  • Melanjutkan pembinaan terhadap distributor maupun mitra kerja yang ada untuk mengembangkan dan menambah jaringan baru pada daerah-daerah yang belum terjangkau oleh produk kemitraan.

  • Meningkatkan pengetahuan MDO dengan cara pertukaran informasi maupun pelatihan-pelatihan baik untuk pengenalan produk maupun cara memberikan pelayanan terhadap  konsumen.

  • Untuk produk saprotan melakukan promosi dengan cara demplot terhadap produk baru untuk menguji manfaat dari produk tersebut.

  • Uji coba pemasaran hasil pertanian melalui Mail Order marketing berkerjasama dengan MS Coorporation dan PT Pos Indonesia.

  • Menciptakan produk yang mampu melayani perubahan permintaan.

 

c). Bidang Keuangan :

  • Mempertahankan percepatan penerimaan piutang

  • Mempertahankan percepatan perputaran persediaan

  • Perbaikan term of payment

  • Peningkatan pengelolaan keuangan dengan CMS

  • Meningkatkan pengendalian biaya disemua lini (Cost Reduction)

  • Melaksanakan penyusunan RKAP ditingkat UBD

  • Melakukan penyusunan laporan keuangan UBD

  • Melakukan pengendalian Cash Flow sampai dengan tingkat UBD

  • Melakukan pembinaan penyusunan laporan keuangan UBD

  • Melaksanakan penyusunan laporan keuangan yang berbasis tehnologi komputer

  • Pelaksanaan investasi bersifat Rehab, Pemeliharaan dan Replacement

  • Melakukan penyertaan ke Anak Perusahaan

  • Melaksanakan pemeriksaan laporan tahunan oleh Auditor Independen

  • Mencari tambahan dana jangka pendek dengan beban lunak

  • Up dating sistem akuntansi perusahaan

  • Sinkronisasi laporan secara terpadu

  • Investasi pola kerjasama dengan mitra strategis

  • Mengupayakan konversi hutang jangka panjang eks RDI ke PMN

  • Mengefektifkan rapat forum biro guna mencari solusi permasalahan aktual yang dihadapi perusahaan.

 

d). Bidang Pengembangan Produk :

  • Renovasi fasilitas cold & cool storage.

  • Membenahi administrasi kearsipan benih (germplasm)

  • Mempertahankan dan memelihara plasma nutfah NS, BS dan galur-galur.

  • Melengkapi koleksi semua varietas dalam kelas benih BS/NS, CMS, Restorer dan Maintainer padi hibrida.

  • Koleksi dan seleksi varietas lokal maupun galur unggulan daerah padi, palawija dan sayuran serta tetua untuk pembentukan varietas hibrida

  • Koleksi galur-galur dari Badan Litbang dan Badan Penelitian lainnya.

  • Pengembangan koleksi langsung dari AVRDC, IRRI dll.

  • Pemurnian varietas unggul dan lokal.

  • Pemilihan galur harapan hasil penelitian Lembaga Penelitian, termasuk dari BATAN, Perguruan Tinggi dan Swasta.

  • Uji multilokasi dan uji adaptasi galur-galur terpilih.

  • Percobaan padi hibrida

  • Sosialisasi dan meningkatkan sistem mutu sesuai dengan Rencana Kerja Jaminan Mutu (RKJM) di semua UBD.

  • Pemurnian material induk padi hibrida, terutama CMS.

  • Pemusatan perbanyakan benih sumber padi FS dan SS untuk semua kebutuhan unit produksi (UBD).

  • Menjaga dan mempertahankan kemurnian varietas.

  • Program akreditasi UBD.

  • Pembangunan dan kelengkapan fasilitas laboratorium standar (Lab 5000) di Sukamandi, Pujon dan Tanjung Morawa.

  • Optimalisasi kebun percobaan di Sukamandi dan Pujon.

  • Pengisian SDM peneliti, analis dan pengawas benih.

 

e). Bidang Pengembangan Bisnis :

  • Pembuatan peta pasar benih padi dan palawija nasional

  • Mengembangkan pola penangkaran baru.

  • Pengkajian bisnis inti dari aspek produksi - pasar sampai dengan kinerja setiap UBD.

  • Uji kualitas dan efektivitas produk.

  • Pengkajian bentuk kerjasama (KSO, BOT dll).

  • Pengkajian bisnis baru (investasi RMU, pupuk, pestisida dll).

  • Ujicoba pasar.

  • Komersialisasi.

 

f). Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Organisasi :

  • Menetapkan kebutuhan jumlah pegawai per unit kerja.

  • Pengalokasian pegawai ke unit kerja yg membutuhkan.

  • Melaksanakan pengurangan pegawai  bagi yang tidak produktif, faktor usia dan bersedia mengundurkan diri.

  • Tidak ada perekrutan pegawai kecuali pengganti pegawai yang dianggap inti/tenaga khusus.

  • Melaksanakan Peraturan perusahaan yang telah ditetapkan.

  • Melaksanakan evaluasi dan ketaatan kerja per individu pegawai melalui penilaian karya.

  • Melaksanakan Reward and Punishment sesuai peraturan perusahaan.

  • Melaksanakan program diklat secara prioritas untuk tenaga Pemasaran/MDO, produksi, keuangan, SPI, SDM dan lainnya.

  • Optimalisasi potensi SDM dan pengembangan jabatan fungsional.

  • Peningkatan Disiplin Kerja Pegawai.

  • Melakukan Koordinasi dengan Depnaker dan lembaga lain dalam penyusunan ketentuan penggajian.

  • Menata dan menyempurnakan struktur organisasi untuk mendukung kelancaran usaha.

  • Menyusun dan menyempurnakan job description sesuai struktur organisasi yang baru.

  • Mengadakan training bagi petugas di lapang untuk meningkatkan keterampilan teknis dan meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya peningkatan produktivitas.

  • Pelatihan Salesmanship (Keterampilan Menjual) bagi tenaga pemasaran (KPD/MDO)

  • Meningkatkan kinerja MDO melalui pertukaran informasi antar MDO dan melalui pelatihan.

  • Melakukan evaluasi dan sosialisasi restrukturisasi organisasi.

  • Evaluasi kebutuhan tenaga kerja sesuai perkembangan perusahaan.

  • Mengkaji kebijakan perusahaan tentang program kesejahteraan pegawai.

 

 

 

 
 

III. Tahap Achievement & Development (2007-2008)

 

a)      Bidang Produksi

 

Benih Padi dan Palawija :

  • Menghasilkan produksi benih bermutu tinggi secara optimal

  • Menerapkan Prosedur Operasional Standar produksi secara konsisten untuk memenuhi kepuasan pelanggan yang berkelanjutan

  • Memelihara efisiensi dan efektivitas pemanfaatan peralatan dan aset lainnya.

  • Terciptanya teknologi tepat guna yang berwawasan lingkungan

Benih Hortikultura :

  • Menghasilkan benih hortikultura yang bermutu tinggi

  • Mendapatkan akreditasi dari pemerintah

  • Menjaga kontinuitas supply produk

  • Meningkatkan daya saing produk

  • Terpenuhinya permintaan konsumen atas produk-produk baik jenis, kualitas dan kuantitasnya.

Kemitraan :

  • Menghasilkan dan meningkatkan mutu produk kemitraan

  • Tersedianya sarana pertanian yang lengkap bagi konsumen benih dan menampung hasilnya sesuai kemampuan.

  • Meningkatkan omzet penjualan

  • Meningkatkan kapabilitas pengelola kemitraan

  • Menjaga konsistensi mutu produk

  • Meningkatkan daya saing produk

b)      Bidang Pemasaran

 

Benih Padi dan Palawija :

  • Benih sebagai usaha komersial

  • Meningkatnya omzet penjualan produk perusahaan

  • Meningkatnya efisiensi biaya pemasaran

  • Menjaga dan mempertahankan pelanggan untuk menjamin kontinuitas permintaan pasar

  • Terciptanya SHS minded.

  • Menguatnya posisi produk dalam persaingan di pasar

  • Meningkatnya pangsa pasar

  • Perusahaan sebagai stabilisator harga dan pemimpin pasar.

Benih Hortikultura :

  • Menjaga dan mempertahankan pelanggan untuk menjamin kontinuitas permintaan pasar

  • Meningkatnya citra dan image produk dan perusahaan

  • Menguatnya posisi produk dalam persaingan pasar

  • Meluasnya jaringan dan pangsa pasar domestik dan internasional

  • Meningkatnya daya saing dan posisi usaha di pasar industri hortikultura

  • Diakuinya mutu produk oleh stake holder

  • Dapat segera memberikan tambahan keuntungan yang maksimal.

Kemitraan :

  • Meningkatnya omzet penjualan produk-produk kemitraan

  • Meningkatnya jaminan purna jual

  • Meningkatnya citra dan image produk

  • Meluasnya jaringan dan pangsa pasar

  • Mantapnya posisi produk di mata pelanggan

c)      Bidang Keuangan

 
  • Terciptanya struktur aktiva dan modal yangsehat

  • Likuiditas perusahaan lancar

  • Perputaran modal kerja yang cepat utuk mengurangi baban bunga.

  • Tersedianya sumber dana yang tepat jumlah dan waktu dengan beban lunak.

  • Struktur biaya menjadi lebih efisien

  • Kinerja perusahaan tetap sehat dengan opini WTP.

  • Kontribusi kepada pemegang saham optimal

d)      Bidang Pengembangan Produk

 
  • Terpeliharanya kualitas plasma nutfah dan terjaganya kontinuitas Benih Sumber

  • Terciptanya produk-produk baru

  • Terjaganya keseragaman kualitas produk PT SHS

  • Pengakuan mutu produk PT SHS

e)      Bidang Pengembangan Bisnis

 
  • Terarahnya sasaran produk dan pasar

  • Terjaganya kontinuitas supply

  • Jelasnya porto folio bisnis

  • Meningkatnya lini produk yang ditangani

f)       Bidang SDM dan Organisasi

 
  • Tersedianya tenaga SDM yang kapabel secara berimbang

  • Terciptanya iklim kerja yang kondusif

  • Terciptanya kinerja yang maksimal

  • Terciptanya tenaga yang handal dan terampil

  • Terjaganya perlindungan hak-hak pegawai

  • Terwujudnya struktur organisasi yang fleksible untuk mendukung kesinambungan usaha

 

 

 

kembali